Rano-Embay Janji Kejar Ketertinggalan Pembangunan di Banten

Depoliticanews – Provinsi Banten yang lepas dari Jawa Barat sejak 16 tahun
lalu, bahkan berbatasan langsung dengan DKI Jakarta belum menunjukkan
perkembangan pembangunan yang signifikan. Karena itu, pasangan Rano
Karno-Embay Mulya Syarief berjanji berlari cepat mengejar ketertinggalan.
“Banten harus menjadi provinsi yang bisa dengan mudah menikmati pendidikan
dan mampu mengenal dunia luar,” kata Rano Karno, Cagub Banten nomor urut
dua, Kamis (5/1).

Karenanya, Rano yang menjabat sebagai Gubernur Banten 2015-2016 dan juga
calon incumbent Pilgub Banten 2017 bersama Embay ini pun berjanji akan
mengejar ketertinggalan pembangunan Banten sebagai sebuah provinsi agar
bisa dinikmati oleh rakyat Banten.
“Kita ingin membangun infrastruktur air bersih, energi, dan sistem
transportasi yang baik untuk rakyat Banten,” kata Embay Mulya Syarief,
Cawagub Banten nomor urut dua, di tempat yang sama.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, semenjak tahun 2015-2016,
pembangunan infrastruktur jalan di Banten mengalami percepatan, dari total
panjang jalan milik provinsi sepanjang 756,47 kilometer (km), sepanjang
606,43 km diantaranya dalam kondisi baik. Sedangkan yang saat ini mengalami
kerusakan dan telah masuk dalam rencana perbaikan di akhir 2016 dan 2017
hanya tinggal 150,04 km.

Ruas Jalan yang dibangun sepanjang tahun 2015-2016 yakni Jalan
Saketi-Banjarsari dengan panjang penanganan 24,90 km dan jalan
Banjarsari-Simpang Malimping dengan panjang 29,70 km, anggaran ruas ini
adalah Rp 322.150.000.000.

Selanjutnya ruas jalan Citeras-Tigaraksa dengan panjang penanganan 19,75 km
yang dilaksanakan pembangunannya selama dua tahun mulai dari 2013 sampai
dengan tahun 2014. Anggaran ruas ini menghabiskan Rp 150 Miliar.
Selain itu Jalan Pakupatan-Palima dengan panjang ruas 10,30 km. Target
penanganan sepanjang 9,00 km, dan lebar 28 meter. Anggaran yang disiapkan
oleh Pemprov Banten adalah Rp 259,2Miliar.

Kemudian ruas Jalan Palima-Pasang Teneng dengan panjang ruas 40,73 km
dengan target penanganan sepanjang 21,00 km, lebar 7 meter dengan anggaran
Rp 138 Miliar. Tak hanya itu, ruas jalan Simpang-
Muncul-Pamulang-Pajajaran-Otista juga ditangani dengan panjang ruas 10,10
km. Target anggaran jalan selebar 16 meter ini adalah Rp 151,5 Miliar.

Ruas lain adalah jalan Hasyim Ashari dengan panjang 10,45 km dengan target
penanganan sepanjang 6,10 km dan lebar 14 meter. Anggaran yang disediakan
adalah Rp 91,5 Miliar. (Amr)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *