Rizieq Tegaskan Tak Ada Hal Berkaitan dengan Makar

Depoliticanews – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab,
mengatakan selama perkenalan dengan tersangka Rachmawati Soekarnoputri dan
tersangka lainnya, tidak ada hal yang berkaitan dengan makar.

“Hari ini, saya, ustaz Bachtiar Nasir, dan ustaz Munarman diperiksa sebagai
saksi dalam kasus Ibu Rachmawati Soekarnoputri yang dituduh ingin melakukan
makar. Tadi sudah kami sampaikan, bahwa sepanjang perkenalan GNPF MUI
dengan Ibu Rachmawati termasuk Pak Kivlan Zein, Pak Ahmad Dhani dan
lainnya, kami tidak pernah merasakan aroma adanya makar,” ujar Rizieq di
atas mobil komando aksi massa, di depan Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2).

Ia menekankan, aksi 212 yang pernah digelar di kawasan Monas merupakan
murni aksi menuntut penegakan hukum kasus dugaan penistaan agama.

“Saya tekankan lagi bahwa aksi 212 yang pernah digelar di Monas sana, bukan
aksi makar, bukan aksi NKRI, bukan aksi antiPancasila, bukan aksi
anti-Bhinneka Tunggal Ika, tapi semata-mata aksi penegakan hukum terhadap
penista agama,” ungkapnya.

Dalam orasinya, Rizieq juga menyampaikan tim penasihat hukumnya sudah
mendaftar gugatan pra peradilan terkait statusnya sebagai tersangka kasus
dugaan penghinaan lambang negara di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

Ia juga menyinggung, tentang kasus beredarnya rekaman video atau foto
berisi chat yang mengandung pornografi di media sosial.

“Terkait video rekaman fitnah yang beredar, ‎maka kami GNPF MUI mengatakan
itu semua fitnah. Itu merupakan bagian dari ujian perjuangan kita. Satu hal
yang harus kita ingat bahwa dari pihak perempuan -Firza Husein- yang ada
dalam rekaman tersebut, melalui juru bicaranya, sudah menyampaikan siaran
pers bahwa yang direkam di dalam rekaman tersebut, baik itu suara maupun
chat, semua itu tidak diakuinya dan dinyatakan sebagai fitnah. Bahkan yang
bersangkutan akan menuntut mereka yang memfitnah,” katanya.

Rizieq pun menyampaikan, para habaib dan ulama GNPF MUI tidak terima kalau
Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin dihina di persidangan kasus
dugaan penodaan agama.

“Para habaib dan ulama di GNPF MUI tidak terima Ketua Umum Majelis Ulama
Indonesia yang sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama, pada saat
beliau hadir di persidangan Ahok sebagai saksi ahli agama dari MUI,
di‎hinakan oleh Ahok dan dihinakan oleh pengacara. Siap bela ulama!”
tegasnya.
Ia meminta, massa FPI agar terus mengawal sidang kasus dugaan penodaan
agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Pada Selasa mendatang, penuhi terus sidang Ahok. Ahok tidak boleh
dibebaskan. Siap kawal sidang, siap banjiri?” kata Rizieq dibalas siap oleh
massa pendukung.

Pada akhir orasinya, Rizieq menekankan agar umat Islam terus melanjutkan
perjuangan kendati para ulama dipenjara.

“Apapun yang terjadi kepada kami, apakah kami difitnah, apakah kami
dipenjara, apakah kami dibunuh, demi Allah umat Islam tetap wajib
melanjutkan perjuangan untuk membela agama dan negara. Kita berjuang bukan
karena manusia, bukan karena habib, bukan karena kyai, bukan karena ulama,
tapi kita berjuang karena Allah yang memerintahkan kita untuk menegakan
yang benar,” tandasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *