Saksi Pelapor: Pihak Ahok Tak Berdaya di Pokok Perkara

Depoliticanews – Sidang kasus pidana Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok pada
Selasa besok (17/1) kemungkinan agendanya masih pemeriksaan saksi saksi.
Masih ada beberapa saksi pelapor yang belum diperiksa di persidangan.
Setelah itu kemungkinan dilanjutkan ke saksi fakta atau saksi yang ada di
Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pedri Kasman, saksi pelapor kasus Ahok, menjelaskan, dari pengalaman sidang
sidang sebelumnya, kemungkinan Ahok dan pengacaranya tidak akan banyak
membahas masalah yang jadi pokok pada kasusnya itu.

“Yaitu dugaan pidana penodaan agama pada pidatonya di menit 24.20-24.33.
Yakni pada kalimat “….. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macam macam
itu. …………….dibodohin gitu ya …..” Kalimat ini ada dalam video
utuh berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik yang sudah jadi barang bukti di
tangan majelis hakim,” ujarnya kepada depoliticanews, Senin (16/1).

Kalimat ini, lanjutnya, jelas sudah diakui Ahok. Itu ucapan dia langsung.
Yang ada di video itu benar adalah dia.

“Jadi dia nggak mungkin lagi berkelit dari fakta itu. Fakta itu jelas dan
terang sekali. Saksi saksi pun sudah tentu akan bersaksi seputar itu,”
tandasnya.

Pedri menerangkan, karena sudah tidak bisa mengelak maka mereka akan
mencari cari cara untuk membangun opini di luar pokok perkara. Cara yang
biasa dipakai adalah dengan mempreteli pribadi saksi, lalu diumbar ke
publik.

“Seolah saksi itu harus bersih seperti malaikat. Padahal yang terdakwa
adalah Ahok, kenapa saksi yang dipreteli?
Mereka juga akan berputar putar di masalah yang tidak terkait perkara
seperti soal kepemimpinan, pilkada, program program gubernur, tafsir kata
auliya dan lain-lain,” tukasnya.

Bahkan bisa saja pertanyaan mereka menjerat saksi karena salah jawab. Lalu
mereka jadikan itu opini politik di luar sidang.

“Jaksa penuntut umum harus banyak berperan sebagai pengacara negara yang
harus membuktikan dakwaannya, supaya persidangan jadi fokus dan tidak
bertele-tele,” tegasnya.

Majelis hakim juga harus menghentikan pertanyaan yang tidak penting. Karena
sebenarnya Jaksa dan hakimlah yang berkepentingan membuktikan perkara ini.
Saksi hanya orang yang dimintai keterangan.

“Jaksa dan hakim harus berupaya keras menjaga kualitas persidangan ini dan
menjauhkannya dari tendensi politik,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *