Sandiaga Janjikan Program Rumah Murah

Depoliticanews – Calon Wakil Gubernur nomor urut 3 dalam Pilkada DKI
Jakarta 2017, Sandiaga Salahuddin Uno menjanjikan program rumah murah
dengan konsep rumah susun hak milik (rusunami) bagi masyarakat korban
penertiban di bantaran kali Jakarta.

Hal tersebut dikatakannya saat mendatangi permukiman padat penduduk di Gang
H. Dahlan, RW03, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan,
Jakarta Selatan pada Selasa (17/1).

Ketika tiba di lokasi, salah satu warga langsung menghampiri Sandi Uno dan
menanyakan konsep seperti apa yang akan dilakukan oleh Anies-Sandi dalam
menata ibukota dengan lebih baik lagi.

Salah satunya datang dari Kholifah (38) warga RT06/RW03, Kelurahan Tegal
Parang yang menyebutkan selama ini masyarakat yang bermukim di sekitar
bantaran Kali Mampang mengalami gejolak dengan isu penertiban yang hendak
dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

“Kami takut Pak kalau digusur kayak di Kampung Akuarium atau permukiman
lainnya yang dilakukan secara paksa. Kami bukannya tidak ingin pindah, tapi
ingin dipindahkan secara layak dan manusiawi,” ujar perempuan yang juga
guru mengaji itu.

Disebutkannya, kebanyakan warga yang tinggal di bantaran Kali Mampang
adalah kaum dhuafa atau kelas bawah yang pekerjaannya serabutan mulai dari
kuli bangunan bagi prianya ataupun kuli cuci dan asisten rumah tangga bagi
para ibu rumah tangganya.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Sandiaga Uno menjanjikan program
penataan yang jauh lebih bersahabat bagi masyarakat kecil dengan program
rumah murah yang terintegrasi dengan program perbankan dan pemerintah pusat.

“Rumah murah ini nanti pasti vertikal seperti layaknya rusunawa, tapi
bedanya ini nanti warga bisa memilikinya dengan menyicil dalam jangka waktu
panjang antara 30-35 tahun dan tanpa uang muka,” ujar Sandi Uno.

Menurutnya, selama ini warga di bantaran kali enggan dipindah karena lokasi
relokasi jauh dari tempat asal dan sistem yang digunakan adalah sewa tanpa
memiliki kesempatan untuk memiliki.

“Kita juga ingin mereka memiliki optimisme untuk bisa memiliki rumah
sendiri meski menyicil ke perbankan dengan skema sesimpel mungkin, apalagi
biaya mengontrak di permukiman landed house di Jakarta sudah cukup mahal
berkisar 1 jutaan,” tambahnya.

Konsep penataan tersebut disebutkannya akan menempatkan warga yang
direlokasi sedekat mungkin dengan hunian mereka sebelumnya dan memberikan
kesempatan bagi warga untuk memiliki hunian vertikal meski dengan prosedur
yang ketat. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *