Setnov Ajukan Gugatan Praperadilan ke KPK

Depoliticanews – Ketua DPR Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan
terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penetapannya sebagai
tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Perlawanan melalui
gugatan praperadilan ini didaftarkan Tim Advokasi Novanto di Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (4/9).

“Setya Novanto sudah mengajukan praperadilan di PN Jakarta Selatan tanggal
4 September 2017. Diajukan oleh tim advokasi Setya Novanto,” kata Humas PN
Jaksel, I Made Sutrisna saat dikonfirmasi awak media, Selasa (5/9).

Sutrisna menyatakan pihaknya belum menetapkan sidang perdana gugatan
praperadilan dengan nomor perkara 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel ini. Namun,
PN Jaksel telah menunjuk Hakim Chepy Iskandar sebagai hakim tunggal yang
akan memimpin persidangan tersebut.

“Baru ada penunjukan hakimnya, hakim Chepy Iskandar, tapi belum ditetapkan
hari sidangnya,” katanya.

Diketahui, Novanto ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus e-KTP pada
pertengahan Juli lalu. Saat proyek e-KTP bergulir, Novanto merupakan Ketua
Fraksi Golkar di DPR.

KPK menduga Novanto menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu
korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada
padanya karena jabatan atau kedudukannya terkait proyek e-KTP. Akibatnya,
keuangan negara dirugikan Rp 2,3 triliun dari anggaran sebesar Rp 5,9
triliun. KPK menduga Novanto melalui pengusaha rekanan Kemdagri, Andi
Agustinus alias Andi Narogong mengatur proyek sejak proses penganggaran,
hingga pengadaan e-KTP tersebut.

Dalam surat dakwaan Andi Narogong, Novanto dan Andi Narogong disebut telah
menerima keuntungan dalam proyek e-KTP ini sebesar Rp 574,2 miliar. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *