Soal Pilgub Jatim, Anang Akan Ikuti Kehendak Publik

Depoliticanews – Hasil survei Indikator Politik Indonesia menempatkan
politisi PAN Anang Hermansyah berada di peringkat enam besar elektabilitas
dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Apa komentarnya?

Survei Indikator Politik Indonesia yang beberapa hari yang lalu,
menempatkan politisi PAN Anang Hermansyah masuk enam besar sebagai kandidat
Gubernur Jawa Timur yang dipilih masyarakat Jawa Timur. Secara
berturut-turut adalah Saifullah Yusuf, Tri Rismaharini, Khofifah
Indarparawansa, Agus Harimurti Yudhoyono, Abdullah Azwar Anas dan Anang
Hermansyah.

“Saya mengapresiasi hasil temuan survei Indikator Politik Indonesia
tersebut. Temuan tersebut merupakan cerminan dari aspirasi masyarakat,”
kata Anang seperti rilis yang diterima depoliticanews, Rabu (14/6).

Anang mengaku terkait dengan dirinya apakah bakal serius dalam Pilkada Jawa
Timur, ia menegaskan akan mengikuti kehendak publik.

“Saya mengalir saja. Saya sami’na wa atha’na dengan kemauan masyarakat
Jatim. Saya ikut kehendak masyarakat Jatim. Yang pasti temuan survei
tersebut saya cermati serius,” papar Anang.

Namun saat ditanya persoalan di Jawa Timur yang perlu ditata, musisi asal
Jember ini menuturkan potensi ekonomi kreatif di Jawa Timur hingga saat ini
belum digali maksimal. Padahal, kata dia, potensi di sektor ekonomi kreatif
di Jawa Timur cukup signifikan.

“Misalnya, di kota-kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, Jember,
Banyuwangi, dan daerah-daerah lainnya sangat besar potensi di sektor
ekonomi kreatif. Namun hingga saat ini belum digali lebih maksimal,” papar
Anang.

Anang menyebutkan Jawa Timur memiliki potensi ekonomi kreatif yang luar
biasa seperti sektor pariwisata, kuliner, termasuk musik. Khusus untuk
musik, Anang menyebutkan, Jawa Timur menjadi barometer musik Indonesia.

“Namun belakangan musik di Jawa Timur mengendur. Sentuhan pemerintah
dibutuhkan untuk menjadikan musik dari Jawa Timur kembali menjadi barometer
dalam kancah musik nasional,” tegas Anang.

Menurut dia, kepala daerah Jawa Timur mendatang harus meneruskan yang baik
yang telah dilakukan Soekarwo dan membuat terobosan baru untuk peningkatan
ekonomi masyarakat Jatim.

“Kepala daerah Jatim yang akan datang harus menbuat terobosan baru. Salah
satu yang mestinya digarap adalah mendorong ekonomi kreatif lebih maju.
Jawa Timur sangat berpeluang untuk mendorong sektor ini,” tandas anggota
Komisi X DPR RI ini.

Di bagian lain, Anang juga menyinggung soal penegakan hak cipta atas karya
cipta di lingkungan pondok pesantren di Jawa Timur. Menurut dia saatnya
karya-karya ulama di pondok pesantren harus dilindungi dari sisi karya
cipta. “Karya ulama-ulama di pondok pesantren harus dihargai agar
terlindungi UU Hak Cipta,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *