Soekarwo: Tangani Terorisme Mestinya dengan Dialog

Depoliticanews – Penanganan radikalisme (deradikalisasi) dan terorisme
harus dengan cara yang kredibel, yakni mengajak dialog kubu-kubu yang
dianggap radikal agar bisa kembali ke jalan yang benar. Pasalnya, mereka
juga manusia yang bisa diajak bicara dari hati ke hati. Dialog juga solusi
yang lebih aman dan nyaman daripada melalui jalan kekerasan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat diwawancarai
wartawan terkait isu masuknya jaringan teroris Islamic State Of Iraq (ISIS)
ke wilayah kabupaten ujung timur di Pulau Madura. Wawancara dilakukan
seusai halal bihalal di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya
pada Selasa (4/7).

Pakde Karwo mengatakan, pemerintah siap memfasilitasi dialog tersebut
dengan mempertemukan pihak yang kredibel di bidang agama, yakni Majelis
Ulama Indonesia (MUI) dengan kubu yang dianggap radikal. Dialog adalah
jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.

“MUI bisa disebut sebagai inside government. Pasalnya mereka mengurus agama
tapi bukan lembaga pemerintah. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi
terhadap proses deredikalisasi. Ini lebih baik daripada mengambil garisan
kemudian langsung menjustifikasi bahwa yang ini halal dan itu haram. Tapi
mari berdialog dengan kepala dingin untuk menemukan solusi,” katanya.

Masih menurut Pakde Karwo, agar paham radikalisme tidak semakin meluas,
diperlukan peran aktif dari pemerintah, dalam hal ini Kemenkominfo untuk
memfilter lebih ketat lagi konten-konten online yang bermuatan radikalisme.
Pasalnya, ujaran-ujaran dan publikasi yang sesat lebih banyak dilakukan
lewat dunia maya, khususnya media sosial. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *