SSC: Tingkat Popularitas Khofifah Tertinggi Capai 90 persen

Depoliticanews – Surabaya Survey Center (SSC) mengumumkan hasil surveinya
yang dilaksanakan pada 10-30 Juni 2018 di 38 kabupaten/kota se-Jatim di
Hotel Yello Surabaya, Rabu (12/7).

Hasilnya, jika disimulasikan tiga kandidat, elektabilitas Saifullah Yusuf
(Gus Ipul) mencapai 32 persen. Angka ini unggul dibandingkan Walikota
Surabaya Tri Rismaharini 30,40 persen dan Mensos Khofifah Indar Parawansa
22,50 persen. Mereka yang belum menentukan pilihan 15,10 persen.

“Gus Ipul merupakan figur yang dipersepsikan publik sebagai cagub
berpengalaman dan merakyat. Sementara Risma cagub yang tegas dan bersih.
Kalau Khofifah sebagai cagub yang pintar dan visioner,” kata Direktur SSC
Mochtar W Oetomo kepada wartawan.

Dia mengatakan, populasi dari survei ini adalah seluruh calon pemilih dalam
pilgub Jatim 2018 atau seluruh penduduk Jatim yang minimal telah berusia 17
tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah serta bukan TNI/Polri
aktif.

Jumlah sampel 800 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara
rambang berjenjang (stratified multistage random sampling). Margin of error
sekitar 3,5 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence)
sebesar 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik
wawancara tatap muka dengan pedoman kuisioner.

Jika disimulasikan 24 kandidat, tingkat popularitas tertinggi adalah
Khofifah dengan 90 persen. Kemudian, disusul Gus Ipul 84,60 persen, Risma
79,80 persen, Anang Hermansyah 67,30 persen dan Azwar Anas 65,50 persen.

Sedangkan untuk tingkat akseptabilitas, Risma tertinggi dengan 75,80
persen, Gus Ipul 75,50 persen, Khofifah 67,90 persen, Mahfud MD 39 persen
dan Anang Hermansyah 31,10 persen.

Dia menjelaskan, secara umum pemerintahan Gubernur Soekarwo dan Wakil
Gubernur Saifullah Yusuf mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat. Hal
ini terlihat dari sebagian besar rakyat (48,10 persen) berpendapat bahwa
kondisi sekarang lebih baik dibanding kondisi pemerintahan sebelumnya dan
hanya 2,10 persen yang berpendapat lebih buruk.

“Dari temuan survei ini, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur
Soekarwo sebesar 65.80 persen, sedang untuk Wagub Saifullah Yusuf sebesar
49.90 persen,” imbuhnya.

Masalah penuntasan kemiskinan (21,60 persen), pembangunan infrastruktur
(14,40 persen) dan pendidikan gratis (11,60 persen), menurut publik adalah
beberapa kritik publik terhadap pemerintahan Soekarwo dan Saifullah Yusuf,
dan harus menjadi perhatian utama bagi Gubernur dan Wagub Jatim periode
selanjutnya.

Temuan survei ini, hanya 45,60 persen publik yang menyatakan sudah tahu
akan ada pilgub Jatim pada 2018. Sementara yang menyatakan belum tahu
pilgub, angkanya lebih besar, yakni 54,40 persen. Artinya, pengetahuan
publik terhadap waktu pilgub Jatim terbilang rendah. Hal ini menandakan
sosialisasi yang dilakukan oleh pihak terkait belum cukup berhasil.

Padahal, survei ini juga menemukan antusiasme publik untuk menggunakan hak
pilihnya pada saat pilgub digelar relatif tinggi, yakni mencapai angka 75
persen, yang menyatakan pasti akan menggunakan hak pilihnya.

“Jujur (22,40 persen) dan merakyat (16,80 persen) merupakan sifat atau
aspek Gubernur yang paling diharapkan publik untuk memimpin Jatim lima
tahun ke depan. Mayoritas publik menolak (80,20 persen) isu soal
kemungkinan munculnya calon tunggal dalam pilgub Jatim 2018,” tuturnya.

Sebagian besar publik yang menolak berpendapat calon tunggal dalam pilgub
sebagai sesuatu yang tidak demokratis dan menunjukkan kegagalan dalam
regenerasi kepemimpinan. Sementara sebagian besar yang setuju calon tunggal
berpendapat, hemat, cepat dan meminimalisir konflik horizontal. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *