Tahun Ini, Pemerintah Akan Utang Luar Negeri Sekitar Rp 65 Triliun

Depoliticanews – Pemerintah kemungkinan di tahun 2017 akan menarik utang
luar negeri dari lembaga multilateral sebanyak US$ 5 miliar atau sekitar
Rp65 triliun (dengan kurs Rp13 ribu). Sebagian pinjaman itu rencananya
bakal digunakan untuk membangun proyek-proyek infrastruktur.

“Dari US$ 5 miliar itu berapa untuk infrastruktur? Kami belum tahu. Karena
hitungannya kita masih atur apakah ada yang multi years atau tidak. Tapi
memang sebagian besar itu untuk infrastruktur,” ungkap Deputi Bidang Sarana
dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas, Wismana Adi Suryabrata, di Jakarta,
Selasa (17/1).

Kemungkinan, kata dia, utang-utang tersebut akan dijajaki dari lembaga
multilateral seperti lembaga-lembaga kreditur yang kerap memberi utang ke
pemerintah Indonesia. Seperti Bank Dunia, Asia Development Bank (ADB),
Islamic Development Bank (IDB), dan The Asian Infrastructure Investment
Bank (AIIB).

“Untuk yang dari AIIB itu modelnya co-financing. Dan yang diproses itu
terkait dengan pembangunan waduk. Dan yang sekarang itu ada safety debt.
Semuanya kita kaji dalam Blue Book (buku biru-panduan),” ujarnya.

Memang gencarnya pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi-Jusuf
Kalla ini, membutuhkan banyak dana. Salah satunya pembiayaan berasal dari
utang, baik utang dalam negeri atau pun utang luar negeri.

“Bicara utang itu sebenarnya ada di teman-teman di Kementerian Keuangan.
Kalau bagi kami di Bappenas mendorong pembiayaan yang berasal dari luar
APBN, bukan dari utang. Baik itu dara BPJS ataupun dari Taspen,” jelas
Wismana. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *