Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Polisi Kesulitan Pulangkan Honggo

Depoliticanews – Seorang tersangka kasus megakorupsi penjualan kondensat
dari BP Migas (sekarang SKK Migas) ke PT Trans Pacific Petrochemical
Indotama (TPPI), Honggo Wendratmo masih bebas. Honggo yang juga pemilik
lama dari PT TPPI sekarang berada di Singapura.

Kepala Bareskrim Polri, Irjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, pihaknya
mengalami kendala memulangkan Honggo ke Indonesia karena tak memiliki
perjanjian ekstradisi dengan Singapura. “Dia kan masih di Singapura. Selama
ini kita tidak ada perjanjian ekstradisi di sana (Singapura),” katanya di
Gedung Puslabfor Mabes Polri, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Kendati masih di Singapura, pihaknya memastikan proses penyelidikan dan
penyidikan kasus yang melibatkan Honggo terus berlanjut. “Untuk investigasi
ada di sana tetap berjalan penyidikan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas
Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto mengatakan, Bareskrim sedang menyiapkan
perintah penangkapan (red notice) kepada Honggo Wendratmo.

“Terhadap yang bersangkutan (Honggo) kita sudah keluarkan DPO. Kita sedang
menyiapkan red notice,” katanya.

Sementara itu, dua tersangka kasus megakorupsi penjualan kondensat dari BP
Migas (sekarang SKK Migas) ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama
(TPPI), ditangguhkan penahanannya oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana
Ekonomi dan Khusus, dengan alasan medis yakni sakit jantung.

Keduanya yakni mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono dan mantan Deputi
Finacial Ekonomi Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono. Lantas sampai kapan
penangguhannya?

“Enggak ada batas,” kata Kepala Bareskrim Mabes Polri, Irjen Ari Dono
Sukmanto.

Kendati penahanan ditangguhkan, Ari Dono menjamin, proses penyidikan kasus
dugaan pencucian uang yang merugikan negara Rp35 triliun tersebut tetap
berlanjut. “Sementara masih proses penyidikan. Dalam kondisi tertentu dia
(tersangka) minta ditangguhkan, bukan berarti kasus berhenti,” katanya.

Begitu juga jika berkas kasus sudah lengkap atau P21 dan dilimpahkan ke
kejaksaan, perkara tetap akan berlanjut walau pun tersangka ditangguhkan
penahanannya. “Ya tetap lanjut,” tukasnya.

Sebelumnya, kedua tersangka ditangguhkan penahanannya oleh penyidik karena
alasan sakit. Tapi, keduanya diwajibkan melapor dua kali sepekan ke
Bareskrim. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *