Telkomsel: Data Pelanggan dan Transaksi Tidak Terganggu

Depoliticanews – Operator telekomunikasi terbesar di Tanah Air, Telkomsel,
melakukan klarifikasi terkait aksi peretasan yang dilakukan hacker terhadap
situs resmi Telkomsel.

Pihak Telkomsel mengungkapkan, aksi peretasan tersebut hanya terjadi pada
bagian front end situs yang bersifat informatif saja. Sedangkan, bagian
sistem back end yang menyimpan data pelanggan dan data transaksi tidak
terganggu oleh aksi peretasan tersebut. Artinya, data pelanggan dan data
transaksi pelanggan Telkomsel tidak bisa ditembus oleh hacker.

Direktur Utama PT Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan, situs yang
diretas terpisah dengan data pelanggan dan data transaksi pelanggan. Sebab,
server yang dipakai untuk menyimpan data pelanggan dan data transaksi
terpisah dari server yang berhasil diretas hacker.

“Situs tadi yang diretas itu terpisah dengan sistem kita yang lain,
termasuk terpisah dengan server data pelanggan dan data transaksi. Server
yang tadi diretas hanya semata-mata memberikan layanan informasi. Tidak ada
transaksi di dalamnya dan tidak ada database pelanggan. Sehingga tidak ada
resiko bahwa peretasan ini mengakibatkan si pelaku dapat mengakses data
pelanggan,” kata Ririek saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/4)
petang.

Menurut Ririek, pihaknya mengetahui situsnya telah diretas sekitar pukul
05.15 WIB, Jumat (28/4). Lima belas menit berikutnya, tepatnya pukul 05.30
WIB, situs yang berhasil diretas tersebut sudah tersebar (viral) di media
sosial (Medsos).

Setelah beberapa jam melakukan langkah-langkah perbaikan, akhirnya pukul
15.00 WIB, situs kembali normal. Meski demikian, hingga saat ini, pihak
Telkomsel belum mengetahui pelaku peretasan.

“Kami sedang pertimbangkan untuk melakukan laporan ke pihak kepolisian.
Intinya, langkah yang kami ambil adalah fokus melakukan recovery web,
sehingga ke depannya tidak terjadi lagi aksi peretasan website kami,” kata
dia.

Ririek menuturkan, server yang berhasil diretas hacker, sebenarnya sudah
sesuai dengan standar IT (Information and Technology) yang berlaku.
Sayangnya, kebobolan itu terjadi, di tengah persiapan yang sedang dilakukan
Telkomsel untuk melakukan migrasi server yang sistem yang lebih canggih.
“Padahal kami sedang melakukan migrasi ke server yang lebih canggih, tetapi
sepertinya mereka (hacker) masuk lewat situ. Sehingga, ke depannya kita
akan terus maintenance server, agar tidak terjadi lagi insiden ini,” jelas
Ririek.

Disinggung soal tuntutan hacker yang menginginkan penuruan tarif Telkomsel
yang dinilai terlalu mahal, dibandingkan dengan beberapa operator
telekomunikasi lainnya di Tanah Air, secara diplomatis Ririek
mengungkapkan, dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, layanan
telekomunikasi di Indonesia diklaim sebagai salah satu yang paling murah di
dunia.

“Terkait harga murah dan mahal, kita juga harus bandingkan dengan negara
lain. Karena cost kita dengan negara lain juga sama. Nah, di Indonesia
layanan telekomunikasi termasuk salah satu yang paling murah di dunia.
Katakan, jika kita bandingkan dengan layanan di negara- negara lain,”
ungkap Ririek.
Agar industri telekomunikasi tetap sehat, lanjutnya, terdapat tiga komponen
penting yang harus diperhatikan, yaitu layanan yang affordable,
sustainability, serta coverage.

“Industri telko ini agar tetap sehat, setidaknya ada tiga hal, pertama
layanan harus affordable, terjangkau. Bukan berarti murah yang berlebihan.
Karena murah yang berlebihan akan berdampak pada operator yang tidak
sustain. Kedua, sustainability, sehingga operator bisa beroperasi secara
berkelanjutan, dengan tarif yang ada itu. Ketiga, Ketersediaan (coverage)
harus merata. Sebab, masayarakat di Indonesia sangat luas tersebar, sampai
ke daerah yang terpinggir dan terpencil. Sehingga, kita harus pastikan
layanan tersebut harus sampai ke pelosok,” tutup Ririek. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *