Temui Koruptor, Agun Gunandjar Tak Penuhi Panggilan KPK

Depoliticanews – Panitia Khusus (pansus) Angket tentang Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin
di Bandung, Kamis (6/7).

Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa memimpin langsung kunjungan
ke penjara yang diperuntukan bagi narapidana kasus korupsi ini. Turut hadir
bersamanya adalah Masinton Pasaribu, Arteria Dahlan, Dossy Iskandar
Prasetyo,dan Daeng Muhammad, dan M. Misbakhun.

Usai menggelar rapat dengar pendapat bersama jajaran Direktorat Jenderal
Pemasyarakatan, tim pansus menemui para terpidana kasus korupsi di aula
Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Pertemuan itu memakan waktu hingga enam
jam sejak pukul satu siang.

Pada saat bersamaan, KPK sudah menjadwalkan pemeriksaan Agun Gunandjar
Sudarsa sebagai saksi bagi tersangka Andi Agustinus dalam proyek pengadaan
KTP elektronik.

Agun menyatakan dirinya sudah mengirimkan surat kepada penyidik KPK
mengenai ketidakhadirannya terkait tugas pansus angket tentang KPK ke
Bandung.

“Rapat diputuskan secara internal pada tanggal 3 (Juli) yang lalu, saya
harus memimpin ke sini. Saya berkirim surat (ke KPK) tanggal 4 (Juli), saya
mohon dijadwalkan pada pemeriksaan berikut,” ujarnya.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan ulang
pemeriksaan terhadap Agun.

“Penyidik akan menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang
dibutuhkan pemeriksaannya dalam kasus ini,” katanya.

Seperti halnya Agun, Tamsil Linrung dan Jamal Azis juga disebut kecipratan
aliran dana dari proyek eKTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3
triliun. Tamsil Linrung disebut menerima USD 700.000, sementara Jamal Azis
atau Akbar Faisal disebut menerima uang untuk dibagikan kepada sejumlah
anggota Komisi II dari Fraksi Hanura.

Febri mengakui, pemeriksaan terhadap para legislator ini dilakukan untuk
mendalami proses pembahasan anggaran proyek eKTP sebesar Rp 5,9 triliun.
Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan adanya aliran dana kepada
sejumlah anggota DPR dan peran dari para legislator terkait proyek eKTP ini.

“Pada para saksi dari anggota DPR yang diperiksa, penyidik mendalami
indikasi aliran dana, pertemuan-pertemuan, pembahasan anggaran dan peran
dari masing-masing saksi dalam rangkaian peristiwa kasus ini,” ungkapnya.

Febri menegaskan, untuk mendalami hal tersebut pihaknya akan terus
memeriksa para anggota DPR yang diduga mengetahui atau memiliki peran dalam
proyek eKTP. Meski demikian, Febri masih enggan menyebut nama-nama anggota
DPR yang akan diperiksa selanjutnya.

“Besok sejumlah saksi dari kluster politik masih akan diperiksa kembali,
yang terdiri dari unsur mantan Ketua Komisi dan Pimpinan Fraksi,” katanya.
(Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *