Terima Suap Rp 1,5 Miliar, KPK Tahan Walikota Cilegon

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Walikota
Cilegon Tubagus Imam Ariyadi (TIA) usai diperiksa dan ditetapkan sebagai
tersangka kasus dugaan penerimaan suap senilai Rp 1,5 miliar.

“TIA ditahan di rumah tahanan klas I Jakarta Timur cabang KPK yang
berlokasi di gedung KPK kavling C-1 untuk 20 hari pertama,” kata Juru
Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (24/9).

Tubagus Imam Ariyadi ditahan terkait proses di Badan Perizinan Terpadu dan
Penanaman Modal Kota Cilegon pada 2017 untuk memuluskan rekomendasi
analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) mal Transmart.

Saat keluar dari Gedung KPK sebelum menuju rumah tahanan, Imam mengaku
bahwa uang yang diterimanya itu hanya berkaitan untuk dana sponsor
sepakbola Cilegon United (CU) Football Club.

“Itu berkaitan dengan soal kami mencari sponsorship untuk tim sepak bola
kota Cilegon. Hanya berkaitan dengan soal perizinan begitu ya, dan kami
lihat ada antusias liga sepak bola Cilegon, kami carikan sponsorship, dan
langsung ditransfer ke CU,” ujarnya.

Dia mengaku tidak menerima uang berkaitan dengan gratifikasi. “Jadi, kami
tidak menerima apa pun berkaitan soal uang dan gratifikasi,” kata dia.

Pengiriman uang ke klub sepak bola itu, menurut dia, bukan modus kejahatan
untuk menutupi suap. “Bukan modus,” tukasnya.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (22/9) terhadap
sembilan orang terkait kasus itu, sedangkan Tubagus Imam Ariyadi mendatangi
Gedung KPK pada hari yang sama sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai senilai Rp 1,152 miliar,
yaitu terdiri dari Rp 800 juta yang berasal dari PT Brantas Abipraya (AB)
dan Rp 352 juta yang merupakan sisa uang Rp 700 juta yang berasal dari PT
Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Imam diketahui meminta Rp 2,5 miliar, namun akhirnya disepakati sebesar Rp
1,5 miliar dengan perincian Rp 800 juta berasal dari PT BA dan Rp 700 juta
berasal dari PT KIEC yang ditransfer ke rekening Cilegon United Football
Club untuk menyamarkan penggunaan uang sebagai bentuk tanggung jawab sosial
perusahaan alias corporate social responsibility (CSR).

Selain Imam, KPK menetapkan kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman
Modal kota Cilegon Ahmad Dita Prawira (ADP) dan perantara penerima suap
Hendry (H) dari swasta sebagai tersangka penerima suap. “Tersangka ADP
ditahan di rutan KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur dan H ditahan di
rutan Polres Jakarta Pusat untuk 20 hari pertama,” ungkap Febri.

Sedangkan tersangka pemberi suap adalah adalah project manager PT Brantas
Abipraya Bayu Dwinanto Utomo (BDU), Direktur Utama PT Krakatau Industrial
Estate Cilegon Tubagus Dony Sugihmukti (TDS) dan Legal Manager PT Krakatau
Industrial Estate Cilegon Eka Wandoro (EW). “Tersangka BDU ditahan di rutan
Polres Jakarta Timur dan EW ditahan di rutan Polres Jakarta Pusat untuk 20
hari pertama,” tambah Febri.

Sementara itu, TDS belum ditahan sehingga KPK mengimbau Doony agar segera
menyerahkan diri ke KPK. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *