Teroris Incar Anak-anak Jadi Anggota Baru

Depoliticanews – Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung yang juga Hakim
Peradilan Anak, Diah Sulastri Dewi mengemukakan anak-anak menjadi incaran
baru kelompok teroris untuk direkrut menjadi anggota baru. Mereka dijadikan
perantara untuk melakukan aksi atau mengembangkan jaringan. Anak-anak
dipilih karena dianggap lebih mudah dicuci otak.

“Miris kita melihatnya. Di Jawa Barat (Jabar) misalnya, kita dengar ada
anak-anak sekolah yang hilang, tidak jelas ke mana. Ternyata dikumpulkan di
suatu tempat lalu mendapat pemahaman yang radikal,” kata Diah dalama
diskusi bertema ‎”Radikalisme dan Sistem Peradilan di Indonesia di The
Habibie Center, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/3).

Selain Diah, tampil sebagai pembicara pengamat intelijen Hari Purwanto,
Chrisma Aryani Albandjar (Saf Khusus Kepala Staf Kepresidenan), Gilles
Blanchi (Ahli Reformasi Peradilan – warga negara Perancis) dan Sulistyo
Pudjo Hartono (Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divisi Humas Polri).

Diah menjelaskan dalam dua tahun terakhir, sudah ada 8 anak terlibat dalam
jaringan teroris. Mereka berumur antara 14-16 tahun. Mereka telah disidang
dan dijatuhkan hukuman. “Fakta itu menunjukkan perekrutan terhadap
anak‎-anak sudah berjalan dan semakin gencar dilakukan. Sekarang memang
baru 8 orang. Tapi ingat mereka sudah masuk dalam sistem. ‎Itu kan bahaya,”
tutur Diah.

Menurutnya, persoalan yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas)
adalah minimnya pendampingan terhadap anak-anak tersebut. Mereka juga masih
bergabung dengan para narapidana kasus umum. Kondisi itu bisa membawa
kembali mereka menjadi teroris setelah mereka keluar dari penjara.‎

Dia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian khusus kepada mereka agar
tidak kembali menjadi kelompok teroris setelah keluar penjara. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *