Total Anggaran Pilgub Jatim Sebesar 1,2 Triliun

Depoliticanews – Ketua KPU RI Arief Budiman menegaskan sukses tidaknya
penyelenggaraan pemilukada serentak 2018 dan pemilu serentak 2019 tidak
hanya digantungkan kepada KPU saja.

“Tapi ini perlu dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri dan
peserta pemilu. Ini agar agenda pemilukada 2018 dan pemilu 2019 berjalan
lancar dan sukses,” katanya di Grahadi Surabaya, Sabtu (17/6).

Arief memastikan pelaksanaan pilkada serentak di Jatim berlangsung pada 27
Juni 2017. Kedatangan dirinya ke Grahadi untuk mengecek kesiapan pilkada di
Jatim pada 2018. Arief diterima Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul),
Ketua KPU Jatim Eko Sasmito, Asisten I Sekdaprov Jatim Zaenal Muchtadien
dan Kabiro Administrasi Pemerintahan Umum Setdaprov Jatim Anom Surahno.

Gus Ipul menyambut baik kedatangan Ketua KPU RI. Ini dalam rangka
sosialisasi perkembangan pelaksanaan pilkada serentak di Jatim, termasuk
pilgub Jatim. “Nanti tahun 2018 itu ada 7 orang pejabat kepala daerah yang
berakhir masa jabatannya dan ada 8 Plt bupati/walikota, karena bupati
walikotanya mungkin tanding lagi,” tuturnya.

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito menegaskan pihaknya sudah siap melaksanakan
pilgub Jatim dan 18 pilkada serentak lainnya. “Kami sudah setahun lalu
melakukan proses penganggaran dan telah berkoordinasi dengan pemprov dan
dewan. Disepakati anggaran Rp 817 miliar untuk KPU Jatim guna keperluan
pilgub,” jelasnya.

Termin pertama akan cair Rp 119 miliar pada bulan Juli 2017 dan sisanya
termin kedua cair Rp 698 miliar pada Januari 2018. “Karena pilkada
serentak, ada juga yang sharing anggaran dengan kabupaten/kota. Seperti
honorarium PPDP, distribusi logistik, dan proses kebutuhan TPS ditangani
KPU provinsi. Sedangkan untuk honorarium PPK, PPS, KPPS dan penggandaan DPT
jadi tanggung jawab KPU kabupaten/kota,” tuturnya.

KPU Jatim memprediksi ada enam pasangan calon. Mereka terdiri dari dua
pasangan calon perseorangan dan empat pasangan calon dari parpol-gabungan
parpol.

Perkiraan jumlah pemilih pilgub Jatim sebanyak 32,3 juta orang. Ini
berdasarkan asumsi dari prosentase kenaikan pemilih pilpres 2014 sebanyak
32,6 juta orang. Untuk TPS diprediksi 68 ribu TPS dan diperkirakan bisa
berkurang lagi. Ini karena 75 ribu TPS saat pilpres 2014. “Total anggaran
pilgub sekitar Rp 1,2 triliun jika ditambah dengan anggaran untuk keamanan
baik Polda dan Kodam V/Brawijaya,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *