Ulama Diminta Tak Perlu Resahkan Pendataan oleh Polisi

Depoliticanews – Kiai Haji Abdusshomad Buchori Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta seluruh ulama dan kiai, khususnya di
Jawa Timur tidak perlu resah terkait pendataan oleh polisi.

Menurutnya, pendataan tersebut hanya untuk ta`aruf, memperkenalkan diri,
menjalin silaturahmi.

“Ulama tidak perlu resah, ini tidak ada apa-apa. Pendataan itu untuk bahan
silaturahmi, misalnya saat ada kunjungan dari Kapolda dan Kapolri saat di
Jawa Timur, itu sangat penting,” kata dia, Minggu (5/2).

“Pendataan itu tujuannya untuk mengetahui nama-namanya saja. Supaya saat
membuat atau mengirim undangan ke pondok pesantren atau untuk para kiai itu
tidak salah nama dan salah sebut,” ujarnya.

Abdusshomad Buchori juga akan menyampaikan pendapatnya dalam pertemuan di
Kabupaten Sampang, Madura. “Kemungkinan tanggal 10 Februari mendatang dan
juga dihadiri Kiai Mahruf Amin. Nantinya, kami akan sampaikan ke para ulama
dan kiai,” ujar Ketua MUI dua dekade itu.

Perlu diketahui, sebelumnya banyak pihak, mulai dari ulama dan kiai
mengeluhkan pendataan kiai di Jombang Jawa Timur.

Irjen. Pol. Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur sebelumnya mengungkapkan,
maksud pendataan itu hanya ingin menjalin silahturahmi, tidak ada maksud
lainnya. Menurutnya, yang harus mendata adalah Kapolres, bukan anak buahnya.

“Harusnya Kapolres lah yang seharusnya melakukannya. Karena dia kan yang
tahu tokoh-tokoh sepuh, dan yang mengenal daerahnya” kata Irjen. Pol.
Machfud Arifin. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *