Vonis Bebas Terdakwa Begal, Kejari Surabaya Kecewa

Depoliticanews – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya bereaksi atas vonis bebas yang diberikan Hakim Isdjuaedi kepada John Mauritz Ratu, terdakwa kasus pembegalan. Korps Adhyaksa yang berkantor di Jalan Sukomanunggal Surabaya ini menilai hakim Isdjuaedi tak memiliki komitmen untuk memberantas begal di Surabaya.

 

Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejari Surabaya mengaku sangat menyayangkan vonis terdakwa John yang dianggap penuh kejanggalan. “Kami sangat menyayangkan vonis bebas terdakwa John. Hakim telah tega membebaskan pelaku jambret (begal), padahal kami sudah sejak awal berkomitmen untuk menuntut berat pelaku jambret karena sudah banyak korban meninggal dan membuat masyarakat sangat resah,” ujarnya di kantornya, Senin (27/2).

 

Vonis bebas ini dianggap janggal lantaran dalam kasus ini sebenarnya ada dua terdakwa yaitu John Mauritz Ratu dan Kevin Jolio Davinci. Namun anehnya vonis yang diberikan majelis hakim justru berbeda, John divonis bebas, sementara Kevin divonis tiga tahun. “Padahal terdakwa John lah yang menendang korbannya,” ungkapnya.

 

Terlebih lagi dalam persidangan, saksi korban yaitu Abdul Karim menyebut bahwa terdakwa John yang menendang dirinya, sementara terdakwa Kevin saat itu yang dibonceng John. “Jadi apa mungkin kalau yang dibonceng (terdakwa Kevin) melakukan penjambretan, sementara yang membonceng (terdakwa John) tidak menjambret. Pasti ada kerjasama antara John dan Kevin untuk melakukan penjambretan,” tegas Didik.

 

Atas dasar itulah, Didik memerintahkan agar jaksa penuntut umum Suparlan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). “Sesuai kewenangan kami, maka atas vonis bebas terdakwa John, kami perintahkan agar jaksa penuntut umum mengajukan kasasi,” katanya.

 

Seperti diketahui, majelis hakim yang diketuai Isdjuaedi telah menjatuhkan vonis bebas terhadap John Mauritz Ratu, pelaku pembegalan di daerah Tegalsari Surabaya. Namun anehnya Kevin Jolio Davinci, teman satu komplotan John saat melakukan pembegalan justru divonis 3 tahun penjara.

 

Vonis berbeda yang diterima John dan Kevin pun menimbulkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya dalam dakwaan, John dan Kevin dituding telah bersama-sama melakukan pembegalan terhadap Abdul Karim pada September 2016.

 

Saat itu John dan Kevin tengah mengendarai sepeda motor Yamaha X-RIDE melihat saksi Abdul Karim yang saat itu juga sedang mengendarai sepeda motor sendirian. Selanjutnya John dan Kevin langsung memukul Abdul Karim sehingga mengakibatkan dirinya oleng dan hampir terjatuh.

 

Mengetahui dirinya tengah menjadi incaran John dan Kevin, Abdul Karim akhirnya mempercepat laju kendaraan untuk menyusul teman-temanya yang berada di depannya sambil berteriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, John dan Kevin akhirnya berusaha untuk melarikan diri.

 

Hingga sampai di Cafe Rasa Sayang Bluefish di Jalan Tegalsari petugas polisi berhasil menangkap Kevin, sementara John berhasil kabur. Namun beberapa hari kemudian, John berhasil ditangkap oleh petugas Polsek Tegalsari. Atas perbuatannya, John dan Kevin  dijerat dengan pasal 365 ayat 2 ke-1 dan 2 KUHP Jo pasal 53 KUHP. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *