Warga Malang Tak Ingin Rendra Kresna Maju Pilgub Jatim

Depoliticanews – Suhu politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur
2018 semakin memanas. Rilis sejumlah lembaga survei yang memunculkan nama
Bupati Malang Rendra Kresna sebagai kandidat Wakil Gubernur Jatim mulai
menuai tanggapan.

Seperti diketahui, Survei yang dirilis oleh Charta Politika periode Juli
2017 lalu menyebutkan nominasi sejumlah nama. Nama Rendra Kresna berada di
peringkat 10 dengan tingkat popularitas mencapai 12 persen. Bupati Malang
itu bersaing ketat dengan popularitas Walikota Batu nonaktif, Eddy Rumpoko
yang berada di posisi 9 dengan poin 13.1 persen.

Tiga nama yang teratas antara lain Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf
(79,5 persen), Walikota Surabaya Tri Rismaharini (73,8 persen), dan Mensos
Khofifah Indar Parawansa (73,5 persen).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Hasta Komunika Research and
Consulting, Muhammad Anas Muttaqin menyatakan bahwa munculnya nama Rendra
sebagai kandidat Wagub dalam Pilgub Jatim cukup relevan. Salah satunya
karena kepemimpinannya di Kabupaten Malang selama ini dinilai cukup sukses.

Faktor lain yang ikut mendorong popularitas Rendra adalah jabatannya saat
ini sebagai Ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Jatim.

’’Demografi politik Jatim yang terdiri dari konfigurasi antara kultur
mataraman dan tapal kuda cukup memudahkan jika Pak Rendra bersaing di
kontestasi politik Jatim karena beliau memenuhi kriteria tersebut, apalagi
beliau cukup berpengalaman di politik dan pemerintahan” ujarnya kepada
depoliticanews, Senin (25/9).

Namun di sisi lain, bergulirnya nama Rendra Kresna di bursa calon wakil
gubernur juga menuai tanggapan beberapa elemen di Kabupaten Malang.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Malang,
Priyo Bogank Sudibyo menanggapi isu tersebut dengan tegas. Bogank menilai
bahwa mayoritas warga Bumi Arema meminta agar Rendra tidak melepas jabatan
sebagai Bupati Malang.

’’Kami masih memandang bahwa kinerja Bupati selama hampir dua periode
memimpin Malang ini sangat baik. Sebagai unsur pemuda, saya memandang
langkah maju ke Pilgub itu belum diperlukan,’’ katanya.

Menurut Bogank penolakan masyarakat Kabupaten Malang terhadap Rendra untuk
maju menjadi calon Wakil Gubernur Jatim adalah hal biasa. Hal itu, kata
dia, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pemimpin yang
berprestasi.

”Logikanya kalau ada pemimpin baik dan berprestasi maka pasti berat untuk
melepasnya dan itu saya kira wajar,’’ ucapnya.

Bogank melanjutkan, Bupati Malang saat ini punya tugas berat mengawal
berbagai proyek prestisius milik pemerintah pusat seperti Bandara
Internasional di wilayang Malang Selatan. Lalu ada juga proyek menyerupai
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Kecamatan Wonosari dengan luas lahan
milik Pemkab Malang lebih dari 100 hektar. Lokasi pariwisata TMII baru
dicanangkan sehingga jadi potensi wisata yang wajib dikembangkan serta
masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Malang.

“Untuk itu kami meminta ini semua dikawal dengan baik. Belum lagi berbagai
prestasi dan penghargaan untuk Kabupaten Malang yang harus dipertahankan
dan terus dikembangkan dengan prestasi yang lain,” beber Bogank yang juga
menjabat Ketua Gapeknas Kabupaten Malang itu.

Terpisah, Presidium Forum Pemuda Nahdliyin Malang, Zulham Akhmad Mubarrok
menyatakan bahwa pihaknya akan menjadi salah satu unsur pemuda yang akan
siap menggalang penolakan jika Rendra Kresna akan menanggalkan jabatan
sebagai Bupati Malang.
Itu dilakukan sebagai bentuk dukungan moral karena kalangan nahdliyin yang
ikut menjadi pengusung sukses Rendra dalam Pilkada Malang 2015 silam
berharap Bupati Malang itu menuntaskan amanah yang telah diberikan oleh
rakyat.

’’Kalangan Nahdliyin merupakan komponen yang sangat berpengaruh dan tidak
rela jika Pak Rendra menanggalkan jabatan di Malang,’’ ujar pria yang juga
menjabat sebagai ketua Forum Rembug Tani Malang Raya itu.

Zulham menilai, saat ini Kabupaten Malang masih belum melakukan regenerasi
kepemimpinan dengan baik. Artinya, jika Rendra mundur dan memilih bersaing
di Pilgub Jatim tentu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin akan
turun. Di sisi lain, figur Sanusi sebagai Wakil Bupati Malang dinilai masih
belum mampu menyamai capaian kinerja Rendra dalam konteks fungsi birokrasi
dan pengalaman.

“Bila diperlukan kami siap menggalang aksi untuk menolak jika Bupati
berencana menanggalkan amanah yang telah diberikan rakyat. Kami masih
membutuhkan kepemimpinan Pak Rendra,’’ pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *