Warga Miskin Sebentar Lagi Akan Dapatkan Layanan PSK Gratis !

Depoliticanews – Sebentar lagi, pemerintah Jerman akan memberikan jaminan
bebas biaya bagi warga miskin atau pria yang ingin mendapatkan bantuan
seksual dari Pekerja Seks Komersial (PSK). Meski begitu, kebijakan ini
belum resmi diberikan negara, melainkan masih usulan dari Partai Hijau
Jerman.

Juru bicara partai, Elisabeth Scharfenberg mengungkapkan, para dokter
seharusnya memiliki hak untuk memberikan pengobatan kepada pasien mereka
kepada para kupu-kupu malam. Bagi mereka yang ingin menggunakan kebijakan
ini harus membuktikan ketidakmampuannya.

“Saya bisa membayangkan pembiayaan publik untuk bantuan seksual,” ujar
Elisabeth dalam sebuah artikel koran lokal Jerman, Welt am Sonntag, Rabu
(3/5).

Berbeda dengan Indonesia dan beberapa negara lain yang menganggapnya
sebagai pekerjaan tabu, prostitusi merupakan pekerjaan legal di Jerman.
Rumah-rumah bordil berdiri di hampir setiap kota, bahkan muncul tren baru
di mana para PSK menawarkan bantuan seksual bagi penderita demensia, cacat
dan orang-orang yang tinggal di rumah perawatan.

Pelayanan yang diberikan beraneka ragam, mulai dari ‘sentuhan sayang’,
bondage, fetisisme dan seks penuh. Namun, tidak ada aturan bagi klien untuk
mengklaim biaya yang keluar atas kunjungan PSK sebagai pembiayaan medis.

Atas dasar itulah Partai Hijau ingin membuat aturan baru, di mana pengguna
jasa yang tidak mampu membayar PSK bisa menikmati bantuan seksual. Mereka
terinspirasi aturan dari negara tetangganya, Belanda, yang telah memberikan
asuransi sebagai perlindungan bagi seluruh PSK.

“Semua kota seharusnya mulai mendiskusikan penawaran yang sesuai di situs
dan hibah apa yang mereka perlukan,” sahut Elisabeth.

Usulan ini didukung penuh oleh pelatih seks dan penulis Vanessa del Rae,
yang bekerja selama bertahun-tahun sebagai perawat, dan kemudian mengambil
alih manajemen rumah perawatan dan menyandang gelar di bidang seksual dan
sensualitas.

“Di Belanda, pekerja seks dibayar oleh asuransi kesehatan. Di Jerman dalam
beberapa tahun terakhir kami telah melihat pendamping seksual untuk
kebutuhan seksual bagi pria dan wanita lanjut usia,” jelas Banessa.

Menurutnya, banyak rumah jompo yang bereaksi ketika menemukan pasien mereka
sedang bermesraan dengan wanita muda. “Mereka (para pekerja seks) tahu
rintangan, rasa malu yang dirasakan oleh para orang tua.”

Sementara, Profesor Wilhelm Frieling-Sonnenberg, seorang spesialis
perawatan medis, mengatakan, gagasan tersebut telah menghina martabat
manusia, cara untuk menenangkan pasien bermasalah. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *