Wiwied Febrianto Mengaku Diperas 3 Pimpinan DPRD Kota Mojokerto

Depoliticanews – Kuasa hukum salah satu tersangka Operasi Tangkap Tangan
(OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wiwied Febriyanto menegaskan,
kasus yang dialami kliennya lebih tepat disebut pemerasan yang dilakukan
oleh tiga pimpinan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota
Mojokerto.

“Kasus ini lebih tepat adalah pemerasan atau pungli yang dilakukan ke 3
pimpinan anggota dewan kepada klien kami. Kenapa kami sebut pemerasaan atau
pungli, karena tidak ada sesuatu dari pemberian uang itu yang klien kami
dapatkan,” ungkap Kuasa Hukum, Suryono Pane, Senin (10/7).

Apa perubahan anggaran atau penambahan anggaran, baik itu pribadi maupun
Wiwied sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota
Mojokerto. Menurutnta, tidak ada keuntungan yang didapat dari hal tersebut.
Suryono menjelaskan, jika kliennya justru mendapatkan tekanan sehingga hal
tersebut terjadi.

“Pak Wiwied mendapat tekanan dari tiga pimpinan anggota dewan, seperti
telepon terus menerus sampai didatangi di rumah. Bahkan, satu minggu
sebelum ditangkap KPK, Pak Wiwied tidak berani pulang sehingga harus muter
cari tempat aman karena takut didatangi,” katanya.

Suryono menegaskan, jika kliennya merupakan Sarjana Teknik (ST) bukan
Sarjana Hukum (SH). Sehingga saat terjadi pemerasaan tersebut tidak
melapor, menurutnya ketakutan hanya tidak pulang saja. Menurutnya, jika
permintaan uang tersebut dilaporkan maka hanya penerima yang dtangkap
seperti kasus OTT yang ada di Polres.

“Sekali lagi, tidak ada keuntungan yang didapatkan Pak Wiwied. Permintaan
murni dari anggota dewan bukan inisiatif Pak Wiwied, kalau suap menyuap
maka ada penawaran dari Pak Wiwied. Pak Wiwied akan bernyanyi merdu di KPK
sepanjang yang dia tahu,” tegasnya.

Prinsipnya, tegas Suryono, kliennya akan menyampaikan sesuatu yang dialami,
ketahui dan tahu persis. Kliennya tidak akan menzolimi siapapun dan akan
menyampaikan sepanjang yang diketahui. Suryono menambahkan, dalam proses
penyidikan KPK, kliennya baru melakukan satu kali pemeriksaan tersangka.
(Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *