Yansen Binti Ditahan di Mako Brimob Depok

Depoliticanews – Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak yang juga anggota DPRD
Provinsi Kalimantan Tengah, Yansen Binti, tersangka dalang pelaku teror
pembakaran tujuh sekolah dasar di Palangka Raya, saat ini masih ditahan di
Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Ya benar, kami tahan di Mako Brimob, Depok,” kata Direktur Tindak Pidana
Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak seperti rilis kepada
depoliticanews, Minggu (10/9).

Menurut dia, polisi masih terus memeriksa kader Partai Gerindra tersebut.

“Pemeriksaan masih lanjut, tapi dia kami titipkan di Mako Brimob dengan
status tahanan Bareskrim,” katanya.

Yansen menjadi tersangka pembakaran tujuh sekolah dasar di Palangka Raya,
Kalimantan Tengah karena diduga menjadi dalang pembakaran tujuh SD tersebut.

Yansen diduga memerintahkan pembakaran di sejumlah SD dengan tujuan
mendapatkan perhatian berupa proyek dari gubernur.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa rencana pembakaran dibahas di
ruangan Yansen di Gedung KONI pada 30 Juni 2017 dengan dihadiri oleh para
pelaku atau eksekutor pembakaran.

Ketika itu, Yansen mengiming-iming akan memberikan imbalan kepada pelaku
dengan kisaran Rp 20 juta hingga Rp 120 juta per satu sekolah yang dibakar.
Saat itu Yansen memerintahkan pembakaran terhadap 10 sekolah.

Pembakaran sejumlah SD itu dilakukan oleh tersangka Suryansyah, Indra
Gunawan, Yosef Dadu, Yosef Duya, Sayuti, Fahri alias Ogut, Stepano alias
Agit. Sementara Ahmad Ghozali alias Nora sebagai koordinator pembakaran.

Dalam kasus ini, sembilan tersangka tersebut sudah ditangkap polisi.

Dalam rentang waktu 4 Juli hingga 30 Juli 2017, ada tujuh gedung sekolah
dasar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang terbakar yakni SDN 1
Palangka, SDN 4 Menteng, SDN 4 Langkai, SDN 1 Langkai, SDN 5 Langkai, SDN 8
Palangka dan SDN 1 Menteng. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *