Zulkifli Hasan: Penyebutan Nama Amien Rais Merupakan “Orderan”

Depoliticanews – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan
turut memberikan komentarnya terkait penyebutan nama Amien Rais dalam
sidang korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dengan terdakwa mantan
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Menurut Zulkifli, penyebutan nama
Amien Rais menerima uang Rp 600 juta dari kasus tersebut oleh jaksa di
persidangan merupakan ‘orderan’.

“Saya tahu persis ini orderan, jangan begitu dong KPK kan selama ini
legitimasinya kuat, jangan berbuat tidak adil,” kata dia di Gedung Parlemen
Senayan, Jakarta, Selasa (6/6).

Ketua MPR ini menegaskan, ada pihak-pihak tertentu yang sedang membidik
Amien Rais untuk dijadikan tersangka pasca aksi 212 atau aksi bela Islam.
Amien yang selama ini keras melakukan kritik dianggap sebagai titik awal
dalam upaya penggulingan pemerintahan Jokowi-JK.

“Soal orderan sudah banyak yang ngomong, Fahri Hamzah ngomong, Prof. Din
Syamsudin ngomong yang dibidik dari alumni 212 tinggal Pak Amien Rais,”
jelasnya.

Lebih jauh dia juga mempertanyakan kredibilitas KPK dalam menangani kasus
korupsi pengadaan alat kesehatan tersebut. Menurutnya tindakan KPK tersebut
dapat menjadi bumerang sendiri bagi badan anti rasuah itu.

“Jadi KPK ini maunya apa sih? Jangan sampai publik mulai tidak percaya
lagi, jangan tebang pilih,” tegasnya.

Zulkifli pun juga mengingatkan para media untuk tidak membentuk dan
mengiring opini publik yang dapat membunuh karakter seseorang. Kata dia,
media harus senetral mungkin dalam pemberitaan.

“Media mainstream juga jngan framing oranglah, jangan di ‘goreng-goreng’
lagi, nanti publik bisa tidak percaya dengan media kasihan kan nanti,”
tandasnya.

Diketahui sebelumnya, pendiri PAN, Amien Rais, disebut menerima transfer
dana hingga Rp 600 juta dari pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk
mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan
Masalah Kesehatan.

“Adanya aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam
pengadaan alkes dengan PAN yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais,
Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation
sendiri,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto saat membacakan
tuntutan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di pengadilan Tindak
Pidana Korupsi(Tipikor) Jakarta, Rabu (31/5) malam.

Menurut jaksa, pemenang proyek pengadaan itu yaitu PT Indofarma Tbk yang
ditunjuk langsung Siti Fadilah dan menerima pembayaran dari Kemenkes lalu
membayar suplier alkes yaitu PT Mitra Medidua.

“Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp
741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke
rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan serketaris pada Yayasan
Sutrisno Bachir Foundation (SBF),” kata jaksa Iskandar. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *